Selasa, 03 Mei 2016

Noda Injil

Tulisan ini dibuat oleh seorang mantan Pendeta Pantekosta (Yorry Yonathan Foortse/Ust. Yusuf Ismail Alhadid) yang sudah membaptiskan 3000 orang selama karirnya menjadi pendeta, dan terbilang sangat sukses menjerat Umat Islam dengan misi-misi Kristenisasinya. 

Apa yang terjadi jika kitab suci itu sekarang sudah ternodai, apakah masih layak disebut kitab suci ? Itulah Injil (Alkitab/Bibel) yang ada di tangan orang Kristen sekarang, mereka membanggakan namun tidak pernah teliti membacanya. 

Bagaimana bisa, seorang Kristen yang seharusnya dilarang makan babi, malah mereka memakannya. Seorang Kristen yang seharusnya sunat, malah mereka menolaknya, seorang Kristen yang seharusnya kalau mati dikafani, mereka malah menggunakan peti. Itu adalah pelanggaran berat, karena mereka melanggar syariat agamanya sendiri.

Sungguh aneh, jika ada seorang yang diberi intan atau berlian lalu membuangnya kemudian malahan mengambil batu karang yang tajam dan kotor. Inilah fenomena yang terjadi pada kebanyakan umat Islam, mereka sudah memiliki agama di atas segala agama, agama yang sempurna yang tidak terdapat kekurangan sedikitpun didalamnya.

Entah kenapa kok mereka malah membuang agama yang sempurna ini, kemudian beralih agama, masuk Kristen yang isinya hanya kebohongan semata.

Sebuah agama bisa tegak berdasarkan apa yang tertuang di dalam kitab suci mereka, karena kitab suci ini berasal dari Tuhan. Tetapi apa yang terjadi jika kitab suci itu sekarang sudah ternodai, apakah masih layak disebut kitab suci? 


Itulah Injil (Alkitab/Bibel) yang ada di tangan orang Kristen sekarang, mereka membanggakan namun tidak pernah teliti membacanya. Bagaimana bisa, seorang Kristen yang seharusnya dilarang makan babi, malah mereka memakannya. 

Seorang Kristen yang seharusnya sunat, malah mereka menolaknya, seorang Kristen yang seharusnya kalau mati dikafani, mereka malah menggunakan peti. Itu adalah pelanggaran berat, karena mereka melanggar syariat agamanya sendiri.

Semua noda dalam Injil ada dalam tulisan ini, oleh karenanya sangat penting dibaca bagi mereka yang terkena misi-misi Kristenisasi dan berada dalam kondisi lemah iman. Karena tulisan ini dibuat oleh seorang mantan Pendeta Pantekosta (
Yorry Yonathan Foortse, sekarang Ust. Yusuf Ismail) yang sudah membaptiskan 3000 orang selama karirnya menjadi pendeta, dan terbilang sangat sukses menjerat Umat Islam dengan misi-misi Kristenisasinya.

Senin, 02 Mei 2016

JALAN LURUS

Pertama – Petunjuk Jalan Lurus

Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).
Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)


Jalan Menuju kemana sih yang di maksud dengan Jalan Lurus ?
 ....................................................
“Tunjukilah kami jalan yang lurus , (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka” (QS Al Fatihah [1]:6-7)

Nah ini bukan pertanyaan yang harus di jaawab, akan tetapi suatu permintaan yang di harapkan di beri oleh Allah S.WT, agar berkhendak untuk orang-orang muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat--, agar Allah memberikan Khendak-Nya yang baik berupa suatu kebaikan untuk Kami (islam)--, yaitu seperti orang-orang yang Lurus di jalan Allah, yang mengabdikan diri kepada Allah, dan seperti mereka Umat terdahulu yang di Ridhoi ( di terima Allah) atas perbuatan baik mereka, keimanan dan ketakwaan mereka. 

Dan Bukan Jalan orang-orang yang tersesat, seperti Orang-orang yang beragama tapi tidak tahu Siapa yang berhak di sembah, dan siapa yang dapat Meridhoi Umat manusia, dan bukan pula seperti orang-orang yang di azab karena perbuatanya (mereka bukanlah termasuk orang-orang yang di beri Ni'mat)

berikut Kelanjutannya : 

'shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin
"(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".

seperti apa yang di katakan Kitab Terdahulu, bahwa Allah Tuhan Semesta Alam yang berhak di sembah, hanya kepada Dia -lah  kita memuji dan Menyembah , seperti Firman Allah dalam kitab Taurat :

Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” 
 (Taurat, Mazmur 32:8) 

Al-Quran menegaskan : 
(QS. Al-A'raaf [7]:158)
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (158)
  • 158) Katakanlah:` Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk `.


Jadi ketika kita membandingkan antara Musa dan Muhammad, maka kita tahu bahwa kedua nabi ini begitu mirip. Mereka sama-sama berdakwah bahwa hanya ada satu Tuhan, Tuhan tidak seperti ciptaan-Nya, dan kau seharusnya tunduk pada hukum Tuhan. Inilah yang Musa ajarkan, inilah yang Muhammad ajarkan, dan Yesus juga mengajarkan demikian.

Dan Allah menerangkan keesaan-Nya, yaitu tidak ada Tuhan selain Dia, hanyalah Dia yang berhak disembah karena Dialah yang mengurus langit dan bumi, mengatur alam seluruhnya. Dia menghidupkan segala yang hidup dan mematikan segala yang mati. Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada tiga sifat Tuhan yang utama; yaitu memiliki seluruh makhluk, mengurus dan mengatur seluruh alam dan yang ketiga ialah berhak disembah.

Kedua kita Harus menenal Tuhan yang menciptakan Langit dan Bumi dan Seluruh Alam Semesta.

4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"  

1. Tuhan itu Esa : 

12:29 Jawab "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 
Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1)             Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

2. Sang Pencipta 


ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْأَنْهَٰرَ
"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai"

MILIARAN orang pernah membaca atau mendengar kisah Alkitab tentang awal mula alam semesta. Kisah yang ditulis 3.500 tahun lalu itu dimulai dengan kalimat yang terkenal, ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”
Namun, banyak orang tidak tahu bahwa para pemimpin gereja, juga para penganut kreasionisme dan fundamentalisme, telah mengubah kisah Alkitab tentang penciptaan ini menjadi berbagai cerita yang tidak sesuai dengan kisah yang sebenarnya. Apa yang mereka sampaikan juga bertentangan dengan fakta ilmiah. Akibatnya, banyak orang akhirnya menganggap kisah penciptaan dalam Alkitab sebagai dongeng belaka.
Banyak orang tidak mengetahui kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan. Ini sungguh disayangkan, karena Alkitab justru memberikan penjelasan yang sangat logis dan bisa dipercaya mengenai awal mula alam semesta. Selain itu, penjelasannya juga selaras dengan temuan ilmiah. Ya, kisah Alkitab yang sebenarnya tentang penciptaan mungkin benar-benar di luar dugaan Anda!

PENCIPTA YANG ABADI

Keabadian
Inti dari kisah Alkitab tentang penciptaan adalah: Ada Pribadi yang Mahatinggi, Allah Yang Mahakuasa, yang menciptakan segala sesuatu. Siapakah Dia, dan seperti apakah Dia? Alkitab mengatakan bahwa Ia berbeda dari allah atau dewa-dewi yang dipercayai dalam kebanyakan kebudayaan atau agama utama. Ia adalah Pencipta segala sesuatu, tapi pada umumnya orang tidak tahu banyak tentang-Nya.
  • Allah adalah pribadi yang nyata. Ia bukan kekuatan abstrak yang tidak punya kepribadian, yang mengembara di seluruh alam semesta. Ia punya perasaan, pikiran, dan tujuan.
  • Kuasa dan hikmat Allah tak terbatas. Ini terlihat jelas pada rancangan yang luar biasa dari ciptaan-Nya, terutama makhluk hidup.
  • Allah menciptakan semua unsur fisik. Jadi, Ia tidak mungkin terbuat dari unsur-unsur yang Ia ciptakan itu. Sebaliknya, Allah adalah pribadi roh.
  • Allah tidak dibatasi oleh waktu. Dari dulu Ia sudah ada dan akan selalu ada. Jadi, tidak ada yang menciptakan Dia.
  • Allah punya nama, yang disebutkan ribuan kali dalam Alkitab. Nama-Nya adalah Yehuwa.
  • Allah Yehuwa menyayangi dan memperhatikan manusia.

    (Sumber : www.jw.org)  

3. Tuhan mengutus Nabi dan Rasul 

 "Seorang yang belajar tentu harus ada yang mengajarkannya, agar mereka tidak tersesat- yaitu mereka yang sudah di percaya sebagai Nabi dan Rasul ALLAH "

Siapa saja Mereka, berikut ini:

A. Nabi Ibrahim

Ibrahim (bahasa Arab: إبراهيم ) (sekitar 1997-1822 SM) merupakan nabi dalam agama Samawi. Ia mendapat gelar dari Allah dengan gelar Khalil Allah (خلیلالله, Kesayangan Allah). Selain itu ia bersama anaknya, Ismail, terkenal sebagai pendiri baitullah. Ia diangkat menjadi nabi yang diutus untuk kaum Kaldān yang terletak di kota Ur, negeri yang disebut kini sebagai Iraq. Ibrahim merupakan salah satu dari kelima nabi Ulul Azmi. Nama Ibrahim disebut sebanyak 69 kali dalam Al-Qur'an.

B. Nabi Musa  Hukum Taurat
 Musa (bahasa Ibrani: מֹשֶׁה, Standar Mošé Tiberias Mōšeh; bahasa Arab: موسى, Mūsā; bahasa Ge'ez: ሙሴ Musse) (lahir di Mesir, ~1527 SM – meninggal di Gunung Nebo, dataran Moab, tepi timur Sungai Yordan, ~ 1407 SM pada umur 120 tahun) adalah seorang pemimpin dan nabi orang Israel yang menyampaikan Hukum Taurat dan menuliskannya dalam Pentateveh/Pentateukh (Lima Kitab Taurat) dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia ditugaskan untuk membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 873 kali dalam 803 ayat dalam 31 buku di Alkitab Terjemahan Baru dan 136 kali di dalam Al-Quran.

C. Nabi Daud yang Mengajarkan Hukum Zabur

Daud (bahasa Ibrani: דָּוִד; bahasa Inggris Davíd; bahasa Tiberia Dāwíð; bahasa Arab: داوود (transliterasi: Daawuud) atau داود Dā'ūd; bahasa Tigrinya: Dāwīt) merupakan seorang nabi dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi dan merupakan raja kedua dan yang paling populer dalam kerajaan Israel. Dalam agama Islam Nabi Daud menerima kitab Zabur, sementara dalam agama Kristen Daud menuliskan banyak Mazmur yang dikumpulkan ke dalam kitab Mazmur. Daud adalah moyang dari Yesus atau Isa al-masih menurut Injil Matius, Injil Lukas dan kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya. Masa hidupnya secara umum diperkirakan bertarikh ~1040–970 SM, pemerintahannya atas Kerajaan Yehuda di Hebron ~ 1010–1002 SM, dan pemerintahannya atas seluruh Israel ~ 1002–970 SM.

D. Nabi Isa yang Mengajarkan Injil

Isa (عيسى) merupakan seorang nabi yang penting dalam agama Islam. Dalam Kitab Suci Al Qur'an, ia digelar Isa ibni Maryam atau Isa al-Masih. Kata ini diperkirakan berasal dari bahasa Aram, Eesho atau Eesaa/ didalam teks asli yang dibaca E( Ye ) dan menghasilkan pelbagai perubahan bahasa/loghat sehingga sering disebut sebagai Yesus di Indonesia dan Jesus di Malaysia juga di peringkat antarabangsa. Jesus Christ atau Jesus Dari Nazareth adalah nama yang umumnya diguna pakai oleh pengganut Kristian untuk menyebutnya, sedangkan orang Arab Kristian pula menyebutnya dengan Yasu' al-Masih (يسوع المسيح).

E. Nabi Muhammad S.a.w

Muhammad bin Abdullah (Arab/Jawi: محمد بن عبد الله; disebut [mʊħɑmmæd]  (Speaker Icon.svg dengar)) (570 M-8 Jun 632 M)[1] merupakan nabi dan rasul yang terakhir bagi umat Islam.[2] Lebih dikenali sebagai Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (Arab/Jawi: نبي محمد صلى الله عليه وسلم), baginda juga adalah pemimpin yang menyatukan Semenanjung Arab kepada satu tatanegara di bawah pemerintahan Islam.[3] Muhammad dianggap oleh umat Islam sebagai pemulih keimanan monoteistik ajaran nabi-nabi terdahulu yang dibawa oleh Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan nabi-nabi yang lain.[4][5][6][7]
Dilahirkan di Makkah, Semenanjung Arab,[8][9] baginda adalah anak yatim piatu sejak kecil lagi dimana baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muttalib bin Hasyim dan seterusnya bapa saudara baginda, Abu Talib bin Abdul Muttalib. Baginda juga pernah bekerja sebagai pengembala kambing dan saudagar serta perkahwinan pertamanya adalah ketika berusia 25 tahun dimana baginda telah bernikah dengan Khadijah binti Khuwailid (40 tahun). Ketika Muhammad berumur 40 tahun, baginda telah menerima wahyu yang pertama daripada Tuhan melalui malaikat Jibril ketika sedang berada di Gua Hira. Tiga tahun setelah kejadian itu, baginda mula berdakwah secara terbuka kepada penduduk Makkah dengan mengatakan "Tuhan itu Esa" dan hendaklah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah (secara harfiahnya membawa maksud Islam) dan ia adalah satu cara hidup (الدين ad-Din) yang diterima Allah sahaja.
Muhammad menerima beberapa orang pengikut pada awalnya yang terdiri daripada pelbagai golongan. Ajaran yang dibawa oleh baginda mendapat tentangan yang hebat dalam kalangan penduduk Makkah malahan mereka dilayan dengan teruk dan zalim. Oleh itu, Muhammad telah menghantar beberapa orang pengikutnya ke Habsyah pada 614 M sebelum baginda dan pengikutnya lain di Makkah berhijrah ke Madinah (dahulu dikenali sebagai Yathrib) pada tahun 622 M. Peristiwa penghijrahan Muhammad itu menandakan permulaan bagi kalendar Islam atau takwim Hijrah. Di Madinah, Muhammad telah menyatukan semua suku kaum dibawah Piagam Madinah. Setelah bersengketa dengan penduduk Makkah selama 8 tahun, baginda membawa 10,000 pengikutnya ke Makkah serta membukanya. Muhammad dan para pengikutnya telah memusnahkan patung berhala yang terdapat di Makkah.[10] Pada tahun 632 M, beberapa bulan selepas peristiwa Haji Wida atau Haji Perpisahan, Muhammad telah jatuh sakit lalu wafat. Ketika kematiannya, hampir seluruh Semenanjung Arab berada di bawah naungan Islam dan bersatu dengan tatanegara Islam.[
Sumber WIKIPEDIA 

Nah itu jalan yang akan membimbing kita ke jalan yang Lurus :D 






 

 






 

Kamis, 28 April 2016

ANAK-ANAK VERSI INJIL ATAU HAMBA VERSI AL-QURAN ?

MATIUS 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.


1-Berdoa kepada Allah SWT, memohon keampunan dosa dan memohon terpelihara daripada seksaan Allah SWT – Surah Ali Imran, ayat 15 & 16.
3:15




Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa Syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan/ isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredaan dari Allah”. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan hamba-hambaNya;
3:16



(Iaitu) orang-orang yang berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah beriman, oleh itu, ampunkanlah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab neraka”;
2-Bersabar, bercakap benar,Taat kepada Allah SWT dan menginfaqkan hartanya ke Jalan Allah SWT – Surah Ali Imran, ayat 17.

3:17



(Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur.
3-Menzahirkan penyembahan kepada Allah SWT dan merendahkan diri- Surah An-Nisa’, ayat 172.
4:172




(Nabi Isa) Al-Masih tidak sekali-kali enggan dan angkuh daripada menjadi hamba bagi Allah, demikian juga (sikap) malaikat yang sentiasa berdamping (dengan Allah). Dan sesiapa yang enggan dan angkuh daripada beribadat (menyembah dan memperhambakan diri) kepada Allah, serta ia berlaku sombong takbur, maka Allah akan menghimpunkan mereka semua kepadaNya.
4-Hanya meminta pertolongan kepada Allah SWT- Surah Al-Isra’, ayat 2.
17:2



Dan Kami telah memberikan Nabi Musa Kitab Taurat, dan Kami jadikan Kitab itu petunjuk bagi Bani Israil (serta Kami perintahkan mereka): “Janganlah kamu jadikan yang lain daripadaKu sebagai Tuhan (untuk menyerahkan urusan kamu kepadanya)”.
5-Menunaikan Solat dan berkomunikasi dengan Allah SWT- Surah Al-Alaq, ayat 10.
96:10
Seorang hamba Allah apabila ia mengerjakan sembahyang?
6- Berdoa kepada Allah SWT dengan lemah lembut tanpa jemu- Surah Maryam, ayat 2-4.
19:2


(Ini ialah) perihal limpahan rahmat Tuhanmu (wahai Muhammad), kepada hambaNya Zakaria.
19:3

(Ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Zakaria berdoa kepada tuhannya dengan doa permohonan secara perlahan.
19:4



Ia merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya telah lemahlah tulang -tulangku, dan telah putih melepaklah uban kepalaku; dan aku – wahai Tuhanku – tidak pernah merasa hampa dengan doa permohonanku kepadaMu.
7- Bersabar dengan perkataan buruk dan taat kepada Allah SWT- Surah As-Sad, ayat 17.
38:17

Bersabarlah (wahai Muhammad) terhadap apa sahaja yang mereka katakan, dan ingatlah akan hamba Kami Nabi Daud, yang mempunyai kekuatan (dalam pegangan ugamanya); sesungguhnya ia adalah sentiasa rujuk kembali (kepada Kami dengan bersabar mematuhi perintah Kami).
8-Allah SWT adalah tempat pengaduannya dan tempat ia memohon pertolongan- Surah Al-Qamar, ayat 28.
54:28


Dan khabarkanlah kepada mereka, bahawa sesungguhnya air (telaga mereka) terbahagi di antara mereka dengan unta itu, tiap-tiap bahagian air itu dihadiri oleh yang berhak mengambilnya (pada hari gilirannya).
9-Memiliki Ilmu dan Takut kepada Allah SWT- Surah Al-Fathir, ayat 28.
35:28



Dan demikian pula di antara manusia dan binatang-binatang yang melata serta binatang-binatang ternak, ada yang berlainan jenis dan warnanya? Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun.
10-Mengingati hari Qiamat- Surah Al-Mukmin, ayat 15.
23:15


Kemudian, sesungguhnya kamu sesudah itu akan mati.
11-Bersikap rendah hati dan menyelamat orang lain- Surah Al-Furqan, ayat 63.
25:63


Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;
12-Solat di malam hari- Surah Al-Furqan, ayat 64.
25:64


Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,
13-Berdoa supaya dijauhi daripada neraka jahannam- Surah Al-Furqan, ayat 65.
25:65



Dan juga mereka yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, sisihkanlah azab neraka Jahannam dari kami, sesungguhnya azab seksanya itu adalah mengertikan
14-Tidak boros dan tidak kedekut – Surah Surah Al-Furqan, ayat 67.
25:67



Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang apabila membelanjakan hartanya, tiadalah melampaui batas dan tiada bakhil kedekut; dan (sebaliknya) perbelanjaan mereka adalah betul sederhana di antara kedua-dua cara (boros dan bakhil) itu.
15-Tidak mensyirikkan Allah SWT,bertaubat, beriman dan beramal soleh – Surah Al-Furqan, ayat 68, 70  &  7 1.
25:68
Dan juga mereka yang tidak menyembah sesuatu yang lain bersama-sama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak), dan tidak pula berzina; dan sesiapa melakukan yang demikian, akan mendapat balasan dosanya;
25:70



Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
25:71

Dan sesiapa yang bertaubat serta beramal soleh, maka sesungguhnya (dengan itu) ia bertaubat kepada Tuhannya dengan sebenar-benar taubat;
16-Tidak terpengaruh dengan keindahan dunia dan tidak disesatkan oleh syaitan -Surah Al-Hijr, ayat 39 & 40.
15:39



Iblis berkata: ” Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
15:40

“Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik”.
17-Tidak takut dan tidak bimbang – Surah Taha, ayat 77.
20:77


Dan demi sesungguhnya! Kami telah wahyukan kepada Nabi Musa: “Hendaklah engkau membawa hamba-hambaKu (kaummu) keluar memgembara pada waktu malam, kemudian pukulah air laut dengan tongkatmu, untuk mengadakan jalan yang kering bagi mereka di laut itu; janganlah engkau menaruh bimbang daripada ditangkap oleh musuh, dan jangan pula engkau takut tenggelam”.
18-Sentiasa berdoa kepada Allah SWT memohon keampunan dan Kasih Sayang Allah SWT – Surah Al-Mukmin, ayat 109.
23:109



“Sesungguhnya ada sepuak diri hamba-hambaKu (di dunia dahulu) memohon kepadaKu dengan berkata: ` Wahai Tuhan kami, kami telah beriman; oleh itu ampunkanlah dosa kami serta berilah rahmat kepada kami, dan sememangnya Engkaulah jua sebaik-baik Pemberi rahmat ‘.
19-Sentiasa bersyukur kepada Allah SWT – Surah As-Sabak, ayat 13.
34:13



Golongan jin itu membuat untuk Nabi Sulaiman apa yang ia kehendaki dari bangunan-bangunan yang tinggi, dan patung-patung, dan pinggan-pinggan hidangan yang besar seperti kolam, serta periuk-periuk besar yang tetap di atas tukunya. (Setelah itu Kami perintahkan): “Beramalah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur!” Dan sememangnya sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur.
20-Tidak berputus asa dari Rahmat Allah SWT – Surah Az-Zumar ayat 35.
39:35



(Limpah kurnia yang demikian, diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa) kerana Allah hendak menghapuskan dari mereka (kalaulah ada) seburuk-buruk amal perbuatan yang mereka telah lakukan, serta membalas mereka, akan pahala mereka, dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.
21-Takut kepada Azab Allah SWT – Surah Az-Zumar, ayat 16.
39:16



Bagi mereka (yang kafir disediakan lapisan-lapisan dari api menyerkup di atas mereka, dan lapisan-lapisan (dari api) di bawah mereka; dengan (azab) yang demikian, Allah menakutkan hamba-hambaNya: “Oleh itu, bertaqwalah kepadaKu wahai hamba-hambaKu!”

YESUS TUNDUK KEPADA ALLAH YANG MAHA ESA LAGI MAHA MENGETAHUI

4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci  dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah,   jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis  : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.  " 4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai   Tuhan, Allahmu!"

Sudah jelas ayat tersebut menerangkan, bahwa Yesus tunduk (ta'at) kepada Allah, tatkala Iblis mencobai Yesus.

Bukti ketaatan ini Yesus kepada Allah, ketika Yesus berdalih :

4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai   Tuhan, Allahmu!" , sebagai pembelaan Imannya kepada ALLAH S.W.T,

ayat teserbut bukan menyatakan, bahwa Yesus itu Tuhan, ayat tersebut hanya menyampaikan kepada Iblis bahwa Allah itu memang Kuasa, tapi jangan sekali-kali memepermainkan Allah (Mencobai).

di Ayat lain Menyatakan , Bahwa ALLAH itu Esa lagi Maha mengetahui.


8. Kemudian Iblis membawa Yesus ke gunung yang sangat tinggi, dan menunjukkan semua kerajaan di dunia ini serta segala kekayaannya kepada-nya. 9. Lalu Iblis berkata kepada Yesus, “Semua ini akan aku berikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 . Yesus menjawab, “Pergilah, hai Iblis! Di dalam Alkitab tertulis, ‘Sembahlah Tuhan Allahmu dan abdikan diri kepada Dia sahaja!’ ”


Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa Iblis mencobai Yesus ?

Yesus di Utus Untuk Umat Israel

Matius 2:5-6

2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem , di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.




Al-Qur’an mengisahkan Nabi Isa as pernah berkata kepada kaumnya bani Israel :

“Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu” QS. 61:6

Seruan nabi Isa as ini menegaskan bahwa nabi Isa as diutus Allah SWT hanyalah untuk orang Israel, nabi Isa as tidak pernah mengatakan :
Hai manusia“, yang menunjukkan nabi Isa as tidak diutus untuk seluruh manusia.
Ternyata pernyataan Al-Qur’an tersebut didukung oleh kenyataan sejarah nabi Isa as (Yesus) yang hanya memiliki umat dari orang-orang Israel saja, pengikut Yesus tak ada satupun yang berasal dari orang-orang non Israel. Bukan saja sejarah yang mendukung pernyataan Al-Qur’an tersebut, tetapi banyak sekali ayat-ayat dalam Bible/Alkitab yang juga mendukung pernyataan Al-Qur’an tersebut :
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Injil Matius 1:21
Yang dimaksud umatnya adalah orang-orang Israel saja, bukan orang Cina, bukan orang Amerika, bukan orang Indonesia yang akan diselamatkan oleh Yesus.


Silahkan Tinggalkan Tinggalkan komentar Anda mengenai kebenaran ini :D

KESALAHFAHAMAN ORANG KRISTEN

Umat Kristen mengira, bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang perlu di sembuh, padahal tidak! Yesus itu hanyalah seorang rasul yg di utus Tuhan (Allah).

PENGAKUAN YESUS BAHWA DIA ITU HANYA SEORANG UTUSAN TUHAN ATAU RASUL ALLAH, TERTULIS JELAS PADA 4 INJIL. BAHKAN MASIH BANYAK SEKALI AYAT-AYAT LAIN DALAM ALKITAB/BIBEL ITU SENDIRI DIMANA YESUS MENGAKU DENGAN JUJUR & POLOS BAHWA DIA HANYA SEBAGAI SEORANG UTUSAN TUHAN. PERHATIKAN BEBERAPA CONTOH AYAT BERIKUT:

 YOHANES 5:30 “AKU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA DARI DIRIKU SENDIRI; AKU MENGHAKIMI SESUAI DENGAN APA YANG AKU DENGAR, DAN PENGHAKIMAN-KU ADIL, SEBAB AKU TIDAK MENURUTI KEHENDAK-KU SENDIRI, MELAINKAN KEHENDAK DIA YANG MENGUTUS AKU”.

LUKAS 10:16 “BARANGSIAPA MENDENGARKAN KAMU, IA MENDENGARKAN AKU; DAN BARANG SIAPA MENOLAK KAMU, IA MENOLAK AKU,; DAN BARANGSIAPA MENOLAK AKU, IA MENOLAK DIA YANG MENGUTUS AKU.”

MARKUS 9:37 “SIAPA MENYAMBUT SEORANG ANAK SEPERTI INI DALAM NAMA-KU, IA MENYAMBUT AKU. DAN BARANGSIAPA MENYAMBUT AKU, BUKAN AKU YANG DISAMBUTNYA, TETAPI DIA YANG MENGUTUS AKU.”

MATIUS 10:40 “BARANGSIAPA MENYAMBUT KAMU, IA MENYAMBUT AKU, DAN BARANG SIAPA MENYAMBUT AKU, IA MENYAMBUT DIA YANG MENGUTUS AKU. “

Justru kesalahfahaman Umat Kristiani bahwa Yesus itu Tuhan di karenakan Ayat berikut, Tatkala orang Majusi dari timur datang menemui Yesus :

bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 
(MATIUS PASAL 2 AYAT 1)

Umat Kristiani mengambil pengertian yang salah mengenai Ayat tersebut, pernyataan tersbut bukanlah Yesus mengajarkan bahwa dirinya Tuhan, akan tetapi orang majusi berniat menyembah dia hanya sebagai ketaatan mereka pada kitab-nya (kitab orang majusi), dan penyembahan mereka semata-mata bukan bermaksud menNuhankan (menjadikan sebagai Tuhan) Yesus, akan tetapi sebuah penghormatan, karena telah lahir seorang  Raja Israel yang akan memipin Umatnya.


 Itulah sekedar Pencerahan dari kami, semoga Bermanfaat :D